Showing posts with label KMD 2024. Show all posts


SKU, sebagai alat pendidikan, merupakan rangsangan dan dorongan bagi pramuka untuk memperoleh kecakapan yang berguna baginya, agar mencapai kemajuan, dan memenuhi persayaratan sebagai anggota gerakan pramuka.



KMD Hari 4 | SKU, TKK

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

Gunungkidul, 17 November 2024. Materi ke dua hari ini adalah Pramuka Istimewa yang disampaikan oleh Rini Harjanti, S.Pd., M.Pd.

Pramuka Istimewa
adalah anggota pramuka di DIY yang memiliki kompetensi umum pramuka Indonesia. Selain itu, pramuka istimewa juga memiliki karakter berbudaya Yogyakarta, nilai-nilai keistimewaan, dan nilai kearifan Yogyakarta. 

Latar Belakang
Dalam berbagai forum, ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta - GKR Mangkubumi - menyampaikan gagasan inovatif dalam kepramukaan di Indonesia, khusunya di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan mewujudkan "Pramuka Istimewa" bagi anggota pramuka daerah istimewa yogyakarta yang telah memiliki kriteria dan tingkatan tertentu. gagasan inovatif tersebut ditegaskan sebagai sebuah "kebijakan".

Kebijakan Strategis
Gagasan lahirnya Pramuka Istimewa tertuan gdalam Visi Gerakan Pendidikan Pramuka 2020-2025, yakni: "Terwujudnya Pramuka Istimewa sebagai Generasi Unggul"

Makna Visi
Pada tahun 2025 terwujud kondisi dimana anggota muda Gerakan Pramuka DIY memiliki karakter/ kualitas sebagai pramuka istimewa yaitu generasi muda unggul yang mampu membangun dirinya sendiri secara mandiri, serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara.

Landasan Hukum
dasar hukum yang malandasi tugas dan fungsi kedua lembaga tersebut adalah dua perundangan, yaitu UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan UU No 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Syarat Pramuka Istimewa
1)
2)
3) 
4) Memiliki semangat untuk berperan serta dalam pembangunan nasional dan internasional, serta
5) Memiliki jiwa kepemimpinan (leadrship) yang kuat untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

Upaya mewujudkan Pramuka Istimewa,
inventarisasi dan perumusan kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai oleh Pramuka Istimewa, materi pembelajarannya (terutama tentang keistimewaan DIy dan budaya-nya), metode pembelajaran dan pengajarannya, sistem penilaian, dan sebagainya, yang kemudian (setelah melalui tahapan uji coba) semuanya itu diwujudkan dalam bentuk seperangkat pedoman.

Apakah Pramuka Istimewa itu, perlu.....
Sebagai daerah Istimewa yang dikukuhkan dengan terbitnya UU No 13 Tahun 2012 tentang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, maka DIY memiliki beberapa keistimewaan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam kerangka NKRI, salah satunya adalah urusan kebudayaan. Penyelenggaraan kewenangan dalam urusan keistimewaan didasarkan pada nilai-nilai kearifan lokal dan keberpihakan kepada rakyat.

Tata Nilai Budaya Yogyakarta yang harus ditanamkan
meliputi tata nilai religio - spiritual, tata nilai moral, tata nilai kemasyarakatan, tata nilai adat dan tradisi, tata nilai pendidikan dan pengetahuan, tata nilai teknologi, tata nilai penataan ruang dan arsitektur, tata nilai mata pencaharian, tata nilai kesenian, tata nilai bahasa, tata nilai benda cagar budaya dan kawasan cagar budaya, tata nilai kepemimpinan dan pemerintahan, tata nilai kejuagan dan kebangsaan, dan tata nilai semangat keyogyakartaan.




KMD Hari 4 | Pramuka Istimewa

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

Gunungkidul, 17 November 2024 materi 1 dengan Narasumber Kak Sugiyono, S.Pd (Kak Gig), dengan materi Mengenal Dunia Penegak.

HP 081328604116, http://facebook/sugiyono

Program kegiatan pramuka penegak merupakan alat pendidikan karakter dan pendidikan keterampilan. Materi dikemas agar memenuhi 4 H:

1. Health

2. Happiness

3. Helpfulness

4. Handicraft

Proses penyampaiannya:
1. Learning by doing meliputi learning to know, learning to do, dan learning to life together.

Kegiatan Penegak

* Raimuna

* Perkemahan Wirakarya

* Perkemahan penegak pandega putri

* Perkemahan bakti saka

* LPK (Latihan pengembangan Kepemimpinan

* Kursus pengelola Dewan Kerja

* Kursus Instruktu Muda

* Gladian Pemimpin satuan pramuka penegak 


Kursus Pengelolaan Dewan Kerja

Kurikulum KPDK terdiri atas:

1. Kepenegakan

2. Manajemen Organisasi 

3. Model Perencanaan Evaluasi Kegiatan

4. Manajemen Konflik

5. Komunikasi Organisasi

6. Teknik Memimpin Rapat

7. Media Literasi

8. Usaha Dana

Materi Kepenegakaan:


Ticket to Life

Melalui kepramukaan membantu agar dapat hidup secara mandiri produktif, dan bermanfaat.

Pendidikan Bela Negara

Merupakan salah satu bentuk penanaman cinta tanah air atau penanaman sikap patriotisme dan nasionalisme.

unsur dasar bela engara terdiri atas pendidikan cintah tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin agar Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara.

Pendidikan Lingkungan Hidup

Merupakan salah satu amanat kode kehormatan Pramuka, Dasadarma yang kedua yang berbunyi "Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia".  

Melalui Saka Kalpataru dapat dipelajari daur ulang sampah, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.

Kewirausahaan

Dengan jiwa dan kecakapan berwirasudaha, masyarakat dapat digerakkan agar bersemangat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, dan mandiri. Kekayaan alam dapat dikelola dengan baik untuk kesejahteraan umum.

Ekonomi Kreatif

Terdapat 15 sub-sektor ekonomi kreatif yaitu arsitektur, desain, film, video, dan fotografi, kuliner, kerajinan, model, musik, penerbitan dan percetakan, permainan interaktif, periklanan, riset dan pengembangan, seni rupa, seni pertunjukkan, teknologi informasi, serta TV dan radio.

Kepeminpinan dan Keterampilan Berorganisasi

Sikap kepemimpinan dan keterampilan berorgansisasi akan menjadi bekal berharga bagi para penegak ketika mereka terjun di dalam dunia kerja.


KMD Hari 4 | Mengenal Dunia Penegak

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,


Cara Permainan
Setiap orang peserta membawa tongkat dan posisi tongkat dipegang berdiri didepannya kemudian jika ada instruksi untuk bergeser maka peserta bergeser kearah instruksi tersebut dengan melepas tongkatnya dan menangkat tongkat disebelahnya yang sudah di tinggalkan oleh anggota lainnya. Jika tongkat terjatuh maka dianggap gugur dan menyisakan satu peserta untuk menjadi pemenang. 
Nilai-nilai dari permainan ini adalah:
* Fokus
* Kecepatan
* Melatih refleksi
* Melatih kecepatan

Tugas KMD | Regu Kancil : Permainan Ketangkasan Tongkat

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

Gunungkidul, [16 November 2024] – Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) 2024 yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Gunungkidul pada hari ke - 3 berlangsung sukses. Salah satu materi penting dalam kursus ini adalah Materi Kepenggalangan, yang disampaikan oleh Kak Rini Harjanti, S.Pd., M.Pd., seorang pembina Pramuka berpengalaman dari SMP Negeri 1 Wonosari.

Kak Rini memaparkan berbagai hal terkait dengan dinamika penggalang, meliputi pengelolaan kegiatan, pembentukan regu, hingga metode pengembangan karakter dan keterampilan yang relevan bagi usia remaja.

"Kepenggalangan adalah fondasi penting untuk membangun semangat kerja sama, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan di kalangan peserta didik," ujar Kak Rini dalam penyampaiannya.

Kegiatan yang berlangsung di pusat pelatihan Pramuka Kwarcab Gunungkidul ini diikuti oleh 24 peserta KMD yang merupakan pembina dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif dan simulasi kegiatan yang dipandu langsung oleh Kak Rini. Adapun beberapa catatan penting dalam materi tersebut dapat disimak dari materi berikut:

1. Pengertian Penggalang

Penggalang adalah golongan peserta didik dalam Gerakan Pramuka dengan rentang usia 11–15 tahun. Penggalang merupakan jenjang kedua dalam Gerakan Pramuka setelah Siaga dan sebelum Penegak. Masa ini sangat penting karena menjadi fase transisi dari masa kanak-kanak ke remaja, di mana peserta mulai menunjukkan kemandirian, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.


2. Ciri-Ciri Penggalang

Ciri-ciri penggalang secara umum:

  1. Usia: 11–15 tahun.
  2. Kebutuhan psikologis:
    • Rasa ingin tahu tinggi.
    • Mulai mencari identitas diri.
    • Suka berkumpul dengan teman sebaya.
  3. Karakteristik kegiatan:
    • Aktif dan menyukai tantangan.
    • Mudah terinspirasi oleh tokoh atau cerita heroik.
    • Senang melakukan kegiatan berkelompok.
  4. Kemampuan sosial:
    • Mulai memahami pentingnya kerja sama dan toleransi.
    • Meningkatnya keterampilan komunikasi.
  5. Minat:
    • Menyukai permainan yang melibatkan strategi, petualangan, dan keterampilan.

3. Karakter Penggalang yang Diharapkan

Gerakan Pramuka bertujuan membentuk karakter yang positif. Beberapa karakter yang diharapkan berkembang pada penggalang adalah:

  1. Kemandirian: Mampu menyelesaikan tugas dan tantangan tanpa terlalu bergantung pada orang lain.
  2. Kepemimpinan: Mulai berani mengambil inisiatif dan tanggung jawab dalam kelompok.
  3. Kerja sama: Menjadi anggota regu yang aktif dalam mendukung keberhasilan kelompok.
  4. Disiplin: Taat terhadap aturan dan tata tertib dalam kegiatan.
  5. Kreativitas: Memiliki ide-ide segar dalam menyelesaikan tantangan dan masalah.
  6. Kejujuran: Memegang teguh nilai-nilai kejujuran dalam setiap tindakannya.

4. Cara Pengelolaan Penggalang

  1. Pembentukan Regu

    • Tiap regu terdiri atas 6–8 anggota, dengan satu pemimpin regu (Pinru) dan satu wakil pemimpin regu (Wapinru).
    • Regu dibagi menjadi regu putra dan regu putri.
    • Nama regu biasanya diambil dari nama hewan atau tumbuhan (contoh: Regu Harimau, Regu Mawar).
  2. Kegiatan Regu

    • Latihan Rutin: Dilaksanakan seminggu sekali dengan fokus pada keterampilan kepramukaan, seperti semaphore, tali-temali, dan sandi-sandi.
    • Proyek Kecil: Regu diberi tugas untuk menyelesaikan proyek sederhana seperti membuat peta perjalanan atau laporan kegiatan.
    • Kompetisi Antar-Regu: Melatih kerja sama, strategi, dan semangat kompetitif yang sehat.
  3. Pengelolaan oleh Pembina

    • Peran Pembina:
      • Bertindak sebagai fasilitator dan motivator, bukan sebagai "pemimpin langsung."
      • Mengarahkan tanpa menghilangkan kreativitas penggalang.
    • Metode Pendekatan:
      • Diskusi dan simulasi: Memberikan kesempatan kepada penggalang untuk berpikir kritis.
      • Learning by doing: Menyediakan pengalaman langsung melalui praktik lapangan atau kegiatan petualangan.
      • Games dan tantangan: Membangkitkan semangat dan antusiasme peserta.
    • Penilaian dan evaluasi:
      • Menggunakan sistem tanda kecakapan umum (TKU) dan tanda kecakapan khusus (TKK).
  4. Pengelolaan Kegiatan Besar

    • Perkemahan Penggalang: Seperti Jambore atau Kemah Persahabatan, yang memberikan pengalaman lintas regu dan lintas gugus depan.
    • Lomba Tingkat: Meningkatkan kemampuan kompetisi, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional.

5. Tantangan dan Tips Mengelola Penggalang

  1. Tantangan:
    • Perbedaan kemampuan individu di dalam regu.
    • Kurangnya rasa percaya diri pada beberapa peserta.
    • Dinamika kelompok yang kadang kurang harmonis.
  2. Tips Pengelolaan:
    • Bangun komunikasi yang baik dengan peserta.
    • Berikan tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
    • Libatkan peserta dalam proses perencanaan kegiatan.
    • Beri apresiasi atas usaha dan prestasi mereka, sekecil apa pun.

Dengan pengelolaan yang baik, dunia penggalang akan menjadi wadah pembentukan karakter dan keterampilan yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi para peserta. Pramuka, jayalah!

KMD Hari 3 | Kepenggalangan

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

Prosedur dan cara mengimplentasikan NK (nilai kepramukaan) dan PDK (Prinsip Dasar Kepramukaan)

Setiap unsurnya memiliki fungsi pendidikan spesifik, yang secara bersama-sama dan keseluruhan ,,,

Metode Kepramukaan

1) Pengamalan kode kehormatan pramuka

2) Belajar sambil melakukan

3) Kegiatan berkelompok, bekerjasama dan berkompetisi

4) kegiatan yang manarik dan menantang

5) Kegiatan di alam terbuka

6) Kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan dan dukungan.

7) Penghargaan berupa tanda kecakapan

8) Satuan terpisah antara putra dan putri








KMD Hari 2 | Metode Kepramukaan

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments

Materi siang hari di hari Materi disampaikan oleh Kak Cristiono Riyadi

Pendidikan kepramukaan mempunyai tujuan penghayatan dan pengalaman nilai kepramukaan akan menghasilkan kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia. 

Melalui pendidikan kepramukaan berdasarkan NIlai kepramukaan dan prinsip dasar kepramukaan akan menghasilkan kebangsaan dan kecakapan hidup.

Fungsi Utama dalam pendidikan kepramukaan (Fundamental KP), dimana kepramukaan adalah hal yang menyangkut pendidikan kepramukaan. 

Pendidikan kepramukaan merupakan proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya, meliputi aspek Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Proses pembinaan dan pengembangan potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas serta mampu memerikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional.

Nilai kepramukaan:

1) Keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;

2) Kecintaan pada alam dan sesama manusia;

3) Kecintaan pada tahan air dan bangsa; 

4) Kedisiplinan, keberanian, dan kesetiaan;

5) Tolong menolong;

6) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya;

7) Jernih dalam berpikir, berkata dan berbuat;

8) Hemat, cermat, dan bersahaja;

9) Rajin, terampil, dan gembira; dan

10) Patuh dan suka bermusyawarah


 Prinsip dasar Kepramukaan

1. Iman kepada Tuhan yang Maha Esa

2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya

3. Peduli terhadap diri pribadinya

4. Taat kepada kode kehormatan pramuka

Pengalaman Nilai dan Prinsip Dasar Kepramukaan:

Menaaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi larangannYa serta beribadah sesuai dengan ajara agama yang dianutnya.

Memiliki kewajiban untuk menjaga, memelihara persaudaraan dan perdamaian di masyarakat memperkokoh persatuan, serta mempertahankan Pancasila, Undang-undang Dasar Tahun 1945, Negera kesatuan Republik Indonesia, dan Kebhinekaan.

Melestarikan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidup masyarata;

Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama berdasarkan pronsip peri-kemanusiaan yang adil dan beradab;

Memahami potensi diri pribadi untuk dikembangkan dengan cerdas guna kepentingan masa depannya dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan mengamalkan satya dan darma pramuka dalam kehidupan sehari-hari.


KMD Hari 2 | Pendidikan Kepramukaan

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

 


Sistem Among

Dalam menjalankan Metode Kepramukaan digunakan Sistem Among dan dikemas dalam bentuk kiasan dasar yang bersumber dari sejarah perjuangan dan budaya bangsa.

Indikator tercapainya tujuan Gerakan Pramuka

1. Happy (bahagia)

2. Heatlt (sehat jasmani dan rohani)

3. Helpful (Suka menolong)

4. Handycaft ( terampil dalam kerajinan ada karya)

Hingga akhirnya sampai pada tujuan akhir dari semuanya, yaitu Hidup bahagia dan mati bahagia.

Indikator tercapainya tujuan Gerakan Pramuka meliputi beberapa aspek, antara lain: pramuka harus merasa senang (Happy), sehat (Healthy), bermanfaat (Helpful), dan terampil dalam kerajinan (Handycraft). Selain itu, tujuan Gerakan Pramuka juga mencakup pengembangan kepribadian yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, serta pengalaman belajar melalui kegiatan yang menarik dan berkompetisi secara sehat.


Sistem Among adalah proses pendidikan untuk membentuk jiwa merdeka, disiplin dan mandiri dalam hubungan timbal balik anara sesama:

Sistema among terdiri dari

1. Ing ngarso sung tulodaho

2. Ing madya mangun karso

3. Tutwuri handayani

Sistem Pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan keebsan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa, dengan sejauh mungkin menghindari unsur-unsur perintah, perintah, dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percara diri, kreativitas dan aktivitas sesuai dengan aspirari peserta didik.

Dalam melaskanakan tugasnya pembina pramuka wajib bersikat dan berprilaku

a. cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepantasan, keprasahajaan/ keserhanaan, kesanggupan berkorban dan kesetiakawanan sosial.

b. disiplin disertai inisiatif

c. Bertanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta bertanggungjawab kepada Tuhan yang Maha Esa.

Sistem among dalam Gerakan pramuka, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan pribadinya, bakatnya kemampuan, cita-citanya.

Peserta didik harus diperlakukan dan dihargai sebagai subjek pendidikan, bukan hanya sebagai objek pendidikan belaka yang hanya bergiat kalau disuruh pembinanya tetapi meraka diberi kebebasan untuk bergerak dan bertindak dengan leluasa agar tumbuh rasa percaya diri, agar berkembang kreativitasnya sesuai dengan aspirasi mereka.

Pembina Pramuka sebagai Pamong, hanyalah menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi tempat berkonsultasi dan bertanya.

Kegiatan kepramukaan dengan menggunakan sistem among dilaksanakan dalam bentuk kegiatan nyata dengan contoh-contoh nyata, dimengerti dan dihayati, atas dasar minat dan karsa para perserta didik.

Pembina pramuka harus mampu menjadi contoh/teladan peserta didiknya 

Sistem Amonf harus digunakan secara terpadu, tidak terpisah-pisah atau dengan lainnya saling berkaitan, oleh karen aitu bagi semua golongan pesaerta didik (S, G, T, D ), diberikan keteladana, daya kreasi dan dorongan.

Peserta didik dibina sesu dengan minatnay untuk bekal mengabdi dan berkarya, melalui proses:

a. Learning by doing, belajar sambil bekerja

b. Learning by Teaching, bekerja sambil mengajar

c. Learning to earn, belajar mencari penghasilan

d. Earning to live, penghasilan untuk hidup

e. Living to serve, kehidupan untuk bekal mengabdi






KMD Hari 2 | Sistem Among

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

 

8 Buku Administrasi di Gugusdepan, Apa Saja?

.8k
VIEWSGugusdepan yang disingkat Gudep merupakan kesatuan organik dalam Gerakan Pramuka, wadah berhimpun anggota Gerakan Pramuka. Di dalamnya untuk anggota putra terpisah dengan anggota putri dengan gudep yang berdiri sendiri.

Gudep mempunyai satuan-satuan berdasarkan kelompok usia yaitu Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega.

Gudep merupakan tempat diselenggarakannya proses pendidikan agar peserta didik menjadi warga negara yang berkualitas, berkepribadian, berkepemimpinan, berdisiplin dalam berfikir, bersikap, dan bertingkah laku, sehat dan kuat mental, moral, dan fisiknya, berjiwa patriot yang dijiwai nilai-nilai kejuangan bangsa.

Juga agar peserta didik berkemampuan untuk bekerja dengan semangat kebersamaan, kepedulian, bertanggungjawab, berfikir kreatif, inovatif, dapat dipercaya, berani dan mampu menghadapi tugas-tugas, serta mempunyai kesetiaan (komitmen).

Dalam menunjang administrasi di gugusdepan, setidaknya ada 8 buku yang perlu disediakan yaitu,
a. Buku Induk
b. Buku Keuangan
c. Buku Acara Kegiatan
d. Buku Inventaris
e. Buku Agenda dan Ekspedisi
f. Buku Harian
g. Buku/Kartu Data Pribadi
h. Buku Risalah Rapat

Nah, bagaimana dengan Gudepmu? Apakah sudah menyediakan kedelapan buku tersebut?

Tentu sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini beberapa buku sudah bisa dialihkan menjadi sebuah sistem. Misalnya Buku Induk, bisa dibuat dalam bentuk file yang tersimpan di komputer, maupun sistem secara online.

Atau juga Buku Inventaris, bisa dibuat secara khusus dengan sebuah sistem yang terintegrasi dengan buku keuangan ataupun buku lainnya, sehingga mudah pula diakses. 

Sumber: https://pramukadiy.or.id/8-buku-administrasi-di-gugusdepan-apa-saja/

Buku Administasi Gudep

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

 

  

Pasukan merupakan satuan yang diperuntukan bagi peserta didik berusia 11 s/d 15 tahun yang disebut golongan pramuka Penggalang

Pembentukan pasukan penggalang bertujuan untuk memudahkan penghimpunan, pengelolaan dan pengarahan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan pramuka Penggalang untuk mencapai tujuannya.

Dalam membina Pramuka Penggalang berlandaskan sistem among konsep ”Ing madya mangun karso” porsinya lebih besar dibandingkan dengan “Ing ngarso sungtulodo” dan “Tutwuri handayani”

Pasukan Penggalang

  1. Pasukan Penggalang merupakan satuan peserta didik yang berusia antara 11 s.d. 15 tahun, terdiri paling banyak 32 orang Pramuka Penggalang.
  2. Pasukan Penggalang dibagi dalam satuan kecil yang disebut regu, masing-masing terdiri atas 6 -8 orang.
  3. Pembentukan regu dilakukan oleh para Pramuka Penggalang sendiri, sesuai dengan keinginannya untuk berhimpun dengan teman yang disenangi.
  4. Setiap regu memakai nama regu yang dipilih sendiri oleh anggota regu. Regu putera menggunakan nama “Binatang” sedangkan regu Puteri menggunakan nama “Bunga” atau “Tumbuh-tumbuhan”.

Pemimpin Pramuka Penggalang

  1. Pemimpin regu oleh dan dari regunya.
  2. Pemimpin regu menunjuk wakil pemimpin regu dari anggota regunya.
  3. Regu dipimpin oleh seorang pemimpin regu secara bergiliran.
  4. Para pemimpin regu memilih salah seorang di antara pemimpin regu sebagai pemimpin regu utama yang dipanggil sebagai PRATAMA.

Dewan Regu

  1. Dewan Regu adalah pengembangan kepemimpinan dan kebersamaan bagi para Penggalang dalam satu Regu
  2. Dewan Regu terdiri atas : 1)Pemimpin Regu, 2)Wakil Pemimpin Regu, 3)Penulis, 4)Bendahara, 5)Perlengkapan, 6)Kegiatan, 7)Juru masak, 8)Perawatan
  3. Tugas Dewan Regu : 1)Menyusun dan menyetujui kegiatan Regu, 2)Mengevaluasi kegiatan Regu, 3)Memilih Pemimpin dan Wakil Regu, 4)Menetapkan tugas dalam Regu, 5)Mengelola sumber daya Regu, 6)Mengadakan pertemuan sesuai kebutuhan regu diikuti ole seluruh anggota regu

Dewan Pasukan Penggalang

Untuk pendidikan kepemimpin para Pramuka Penggalang, dibentuk Dewan Pasukan Penggalang yang disingkat Dewan Penggalang.

  1. Dewan Penggalang terdiri atas : 1) para pemimpin regu. 2) para wakil pemimpin regu. 3) pemimpin regu utama (PRATAMA). 4) Pembina Pramuka Penggalang. 5) para Pembantu Pembina Pramuka Penggalang.
  2. Dewan Penggalang mengadakan rapat sebulan sekali.
  3. Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama. Pratama, sekretaris dan bendahara dijabat secara bergilir oleh anggota Dewan Penggalang.
  4. Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang, bertindak sebagai penasehat, pengarah dan pembimbing, serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir dalam hal-hal yang dinilai membahyakan peserta didik.

Dewan Kehormatan.

Dewan Kehormatan dibentuk dengan tujuan untuk membina kepemimpin dan rasa tanggungjawab.

  1. Dewan Kehormatan bersidang bila terjadi peristiwa yang menyangkut tugas dewan.
  2. Dewan Kehormatan terdiri atas: 1) para pemimpin regu. 2) para wakil pemimpin regu. 3) Pembina Penggalang. 4) para Pembantu Pembina Penggalang.
  3. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan adalah Pembina dan pembantu Pembina Penggalang, sedang sekretarisnya ialah salah seorang pemimpin regu.
  4. Dewan Kehormatan bertugas menentukan: 1) pelantikan, pemberian TKK, tanda pengahargaan, dll kepada Pramuka Penggalang yang berjasa dan berprestasi. 2) pelantikan pemimpin dan wakil pemimpin regu serta Pratama. 3) tindakan berhubungan dengan pelanggaran Kode Kehormatan, sesudah yang bersangkutan di beri kesempatan membela diri. 4) rehabilitasi Pramuka Penggalang.

Majelis Penggalang

  1. Untuk mendidik Pramuka Penggalang dalam kehidupan demokrasi dan mewujutkan hak semua anggota, maka diadakan Majelis Penggalang yang anggotanya terdiri atas seluruh anggota pasukan. Keikutsertaan mereka sebagai individu bukan atas nama Regu.
  2. Majelis Penggalang diketuai oleh Pramuka Penggalang yang dipilih langsung oleh seluruh anggota pada awal pertemuan yang dipandu oleh Pratama. Ketua majelis penggalang memilih sekertarisnya
  3. Majelis Penggalang mengadakan pertemuan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali atau setiap kali diperlukan.
  4. Pertemuan Majelis Penggalang bersifat formal : 1) Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan masalah yang akan dibicarakan diumumkan. 2) Peserta yang hadar menggunakan pakaian seragam Pramuka. 3) Tempat ditentukan lebih dahulu. 4) Dengan upacara pembukaan dan penutupan.
  5. Pembina dan Pembantu Pembina mempunyai hak bicara tetapi tidak mempunyai hak suara.
  6. Tugas Majelis Penggalang: 1) Menyusun aturan-aturan yang mengikat bagi seluruh anggota. 2) Menetapkan sasaran tahunan untuk diajukan kepada Pembina Pasukan dan diteruskan lepada ketua Gugusdepan yang selanjutnya dinyatakan dalam rencana Gugusdepan. 3) Membahas dan memberikan persetujuan kegiatan bersama dan kalender kegiatan yang diajukan oleh dewa penggalang

Pembina Pasukan

  1. Pasukan Penggalang dibina oleh seorang Pembina Penggalang dibantu oleh paling banyak dua orang Pembantu Pembina Penggalang, berfungsi : 1) Mengurus dan mengatur program kegiatan Pasukan penggalang. 2) Mengevaluasi program kegiatan. 3) Mendukung Regu dalam kegiatan mengintergasika anggota baru. 4) Menyelenggarakan pemilihan Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu. 5) Merekrut anggota Regu baru. 6) Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Majelis Penggalang

  2. Pembina dan pembantu Pembina Pramuka Penggalang Putera harus dijabat oleh seorang pria, dan untuk Pramuka Penggalng puteri dijabat seorang wanita.

Sumber : https://mingguyono.wordpress.com/2012/04/26/organisasi-dalam-pasukan-pramuka-penggalang/

ORGANISASI DALAM PASUKAN PRAMUKA PENGGALANG

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

 Administrasi Gudep

Jenis-jenis administrasi Gudep, Minimal memiliki:

1. Buku Induk Gugus Depan

2. Buku Keuangan

3. Buku Inventaris

4. Buku tamu

5. Buku Prestasi

6. Buku Acara Latihan 

7. Log book / Daftar peristiwa penting (tidak rutin baik positif maupun negatif)

Contoh: 

no, tanggal, catatan, keterangan

8. Buku Presesi dan iuran

No, nama, tanda tangan kehadiran, iuran (buat dalam bentuk form)

di Pramuka iuran (kopnya - gugus depan, bawahannya kamabigus, dan capnya gugus depan), iuran lewat, kamabigus, cap gugus depan bukan cap sekolah. 

9. buku riwayat

10. buku aged

11. buku catatn 

12. buku regestrasi

 

KMD Hari 2 | Administrasi Gudep

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

 Ambalan penegak idealnya terdiri dari 12 - 32 pramuka penegak (3-4 sangga)

Ambalan penegak menggunakan nama dan lambang yang dipilih mereka sesuai aspirasinya dan mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan ambalan.

Nama sangga dipilih diantara nama-nama perintis, pencoba , pendorak, penegak, dan pelaksana atau dipilih nama lain sesuai aspirasi mereka.

untuk melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan, ambalan penegak dapat membentu sangga kerja.

untuk melatih kepemimpinan dibentuk dewan ambalan.

untuk sangga maksimal ada 8.


KMD Hari 2 | Organisasi Ambalan Penegak

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

 


Satu perindukan terdiri antara 18 - 24 peserta

sastu barung maksimal terdiri dari 6 peserta

tiap barung memakai nama yang pilih sendiri dengna bantuan pembina pramuka dari warna serperti Barung Merah, Barung putih, dll.

barung tidak memakai bendera barung, karena pelaksanaan kegiatan pramuka pada umumnya dilaksanakan di tingkat perindukan. Kegiatan-kegiatan di tingkat barung hanya berupa permainan singkat dan spontan.

Pembina pada perindukan siaga disebut Yahnda/ Bunda Pembantu Pembina disebut Pakcik/ Bucik.

KMD Hari 2 : Organisasi Perindukan Siaga

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments
Tag : , ,

- Copyright © Pendidikan Karakter melalui Gerakan Pramuka - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -